Indonesia Perkuat Kerjasama dengan IAEA, Kembangkan Teknologi Nuklir Nasional

Kerjasama Menristekdikti M. Nasir dan Pj. Direktur Jenderal IAEA, Cornel Feruta dalm Bidang Iptek Nuklir. (ist)

kabar-energi.com –  Badan Energi Atom Internasional (IAEA) pada 16-20 September 2019 akan mengadakan Konferensi Umum ke-63 di Wina, Austria. Topik yang akan diangkat di antaranya seputar masalah nuklir, dimana Indonesia berpartisipasi aktif sebagai pembicara dan peserta.

Ada 171 delegasi negara anggota yang akan membahas penguatan efektivitas implementasi upaya perlindungan dan memanfaatkan lebih banyak ilmu dan teknologi nuklir untuk hal pembangunan.

“Pada Konferensi Umum ini, kami perlu menunjukkan komitmen baru terhadap penggunaan teknologi nuklir secara damai, aman, dan aman di seluruh dunia,” ungkap Penjabat Direktur Jenderal IAEA, Cornel Feruta, Senin, (16/9/2019)

Pertemuan Badan Energi Atom Internasional (IAEA), Kemenristekdikti, Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) Dalam Pengembangan Teknologi Nuklir, Wina, Senin, (16/9/2019). (ist)

Feruta menambahkan bahwa dalam konferensi tersebut akan menjadi peluang besar bagi negara-negara anggota untuk meninjau kegiatan IAEA dan bertukar pengalaman.

Beberapa agenda akan mencakup penerapan perlindungan IAEA di Timur Tengah dan di Korea Utara, serta masalah yang terkait dengan keselamatan radiasi dan cara-cara memperkuat kegiatan kerja sama teknis badan tersebut.

Anhar Riza Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) yang hadir bersama Kemenristekdikti dalam pertemuan dengan IAEA kepada tim redaksi kabar energi mengatakan bahwa IAEA mengapresiasi Indonesia yang telah aktif dalam berbagai kegiatan IAEA dan memberikan kontribusi dalam berbagai kerja sama teknis.

Indonesia juga mendukung IAEA untuk terus mempromosikan penggunaan teknologi nuklir untuk tujuan damai serta menyampaikan komitmen atas implementasi Indonesia membantu least-developed countries dalam bidang teknologi nuklir

Tampak Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) Anhar Riza yang hadir bersama Menristekdikti M. Nasir bertemu Pj. Direktur Jenderal IAEA, Cornel Feruta

“Dalam kaitan ini Indonesia telah menandatangani Practical Arrangement dengan IAEA dalam pengembangan sumber daya manusia di Bidang Iptek Nuklir. Indonesia telah menerima banyak peserta training dari negara berkembang lain di kawasan Asia dan Afrika. Mulai tahun depan program tersebut akan diperluas dengan membentuk program Nuclear Capacity Building (NuCaB),” Ujar Anhar Riza, Senin, (16/9/2019)

Dalam pengembangan SDM nuklir, Indonesia juga telah mengembangkan Internet Reactor Laboratory (IRL) yang bisa dimanfaatkan untuk belajar reaktor nuklir melalui internet dengan memanfaatkan reaktor Kartini sebagi alat untuk praktikum jarak jauh. Fasilitas tersebut saat ini didemokan dengan berhubungan langsung dari Wina ke Yogyakarta, Indonesia.

IRL tersebut dikembangkan untuk mendukung pembelajaran Fisika Reaktor yang menjadi dasar dalam mengenal reaksi nuklir atau inti. Kedepan reaktor Kartini dapat menjadi reaktor pendidikan yang tidak hanya dimanfaatkan oleh Indonesia, tetapi juga dunia. [05]

Tinggalkan Komentar

%d bloggers like this: