Pertama di Kalimantan, BATAN Kenalkan Internet Reactor Laboratory (IRL)

Ilustrasi Komponen-Komponen Reaktor Nuklir. (Kommun)

kabar-energi.com – Dengan kemajuan Teknologi saat ini, kini mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi maupun masyarakat tidak perlu jauh-jauh datang ke Badan Tenaga Nukir Nasional (BATAN) untuk belajar reaktor nuklir. Reaktor nuklir Kartini yang berlokasi di Jalan Babarsari Yogyakarta saat ini sudah dilengkapi dengan infrastruktur teknologi informasi yang disebut Internet Reactor Laboratory (IRL).

Dengan IRL mahasiswa yang tidak kebayang tentang reaksi fisika nuklir itu seperti apa maka di Reaktor Kartini proses tersebut dapat diketahui. Hanya ada empat di dunia ini yang dilengkapi dengan fasilias IRL, yaitu Prancis, Amerika Serikat, Argentina dan Korea Selatan.

Internet Reactor Laboratory (IRL) adalah sarana belajar tentang fisika nuklir dengan memanfaatkan reaktor Kartini sebagai alat dan bahan pendidikan dan pelatihan. Topik pembelajaran adalah tentang memahami fisika teoretis dari fisika nuklir terutama fisika reaktor dan mempraktikkan pemahaman tersebut melalui alat-alat Website interaktif sehingga masalah jarak antara pengguna reaktor Kartini (misalnya siswa) dan pemilik atau operator reaktor (tuan rumah) dapat disingkat menjadi efisiensi dan efektifitas dalam pelaksanaan pendidikan dan pelatihan.

Dengan Indonesia yang sangat luas dan lokasi universitas tersebar di berbagai daerah. Studi sains dan teknologi nuklir, khususnya pendidikan dan pelatihan dalam praktik dan operasi reaktor riset, dapat memanfaatkan fasilitas Reaktor Kartini dari jarak jauh (IRL).

Ketua Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir (STTN) sekaligus merangkap sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Pusat Sains dan Teknologi Akselerator (PSTA) Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), Edy Giri Rachman Putra saat di wawancarai redaksi kabar energi mengungkapkan bahwa IRL sangat potensial untuk dimanfaatkan, mengingat hampir setiap perguruan tinggi memiliki jurusan fisika.

“Perkembangan IRL untuk Reaktor Kartini sejauh ini telah bekerja sama dengan Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) dalam hal bantuan expert  dan bantuan teknis berupa peralatan untuk infrastrutur IRL. Kedepan IRL dapat dimanfaatkan secara nasional bahkan menjangkau tingkat Asia Pasific. Dengan wilayah Indonesia yang berbentuk kepulauan sangat memerlukan IRL agar mahasiswa ataupun dosen tidak perlu jauh-jauh datang ke Yogyakarta untuk belajar fisika nuklir,” ujar Edy, Selasa (17/9/2019)

Mahasiswa IAIN Palangkaraya Diberikan Pengetahuan Tentang Nuklir, Jalin Kerjasama Dengan Lembaga Ini
Tampak Mahasiswa dan Mahasiswi IAIN saat mengikuti pembelajaran tentang masalah nuklir di kampusnya

Konsep pendidikan jarak jauh berbasis Internet of Things (IoT) dan penerapan revolusi industri 4.0 sangat nampak dalam ujicoba IRL tersebut

Kelengkapan IRL mencakup sistem teleconference dan perangkat lunak untuk sistem akuisisi data. Data parameter proses operasi reaktor dapat divisualisasikan pada saat yang sama (real time) pada saat percobaan kinetika reaktor.

Di Kalimantan sendiri uji coba praktikum program Internet Reactor Laboratory (IRL) menjadi yang pertama, bertempat di ruang Laboratorium IAIN Palangka Raya, Kalimantan Tengah pada hari Rabu, (4/9/2019).

Sebanyak 35 orang mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Palangka Raya Jurusan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) Program Studi (Prodi) Tadris Fisika ditambah 3 dosen pengajar, melalui sarana komunikasi jarak jauh atau menggunakan teleconference dengan pakarnya.

Hasil gambar untuk Umar Sahiful Hidayat PSTA Batan
BATAN Bekali Mahasiswa IAIN Palangkaraya Kalimantan Tengah Ilmu Nuklir

Umar Sahiful Hidayat Kepala Bidang Reaktor Kartini Pusat Sains dan Teknologi Akselerator (PSTA) Batan yang menjadi narasumber di Palangkayara Tersebut mengatakan kepada redaksi kabar energi bahwa selama ini nuklir dipahami orang sebagai bom (atom). Padahal, reaksi yang dihasilkan dari nuklir dapat digunakan untuk hal lainnya, salah satu contohnya sebagai alternatif pembangkit listrik.

“Mahasiswa diharapkan mendapat pemahaman tentang fenomena fisika inti atau fisika reaktor melalui praktikum jarak jauh secara realtime melalui video conference.” Selama ini, nuklir dipahami orang sebagai bom (atom). Padahal, reaksi yang dihasilkan dari nuklir bisa digunakan untuk hal-hal lain, salah satunya sebagai pembangkit listrik,” ujarnya, Senin, (16/9/2019)

Penerapan dari IRL ini dapat menjadi salah satu solusi dalam upaya pengembangan dan diseminasi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek) Nuklir kepada seluruh masyarakat Indonesia khususnya akademisi yang menekuni bidang fisika inti maupun fisika reaktor.

Dengan IRL, pendidikan reaktor nuklir dapat dilakukan di berbagai institusi maupun kampus di Indonesia tanpa mengenal wilayah. Semakin berkurang alasan bagi terhambatnya pendidikan reaktor nuklir di Indonesia yang disebabkan oleh keterbatasan jumlah fasilitas reaktor nuklir.

Dengan cara ini, kegiatan diseminasi penerapan Iptek Nuklir penyokong kehidupan yang bersih, murah, dan aman kepada seluruh masyarakat di Indonesia dapat dilakukan dengan cara yang lebih efektif. [05]

Tampilan Reaktor di Ruang Kelas. (Ist)

Tinggalkan Komentar

%d bloggers like this: