Langkah Pembangunan PLTN di Kalbar Semakin Nyata

Tampak Ketua Pokja Penyiapan Pembangunan PLTN, Agus Puji, KEIN, PLN, UGM Bertandang ke KEPCO

kabar-energi.com – Kelompok Kerja Penyiapan Pembangunan PLTN dan Komersialisasinya yang di ketuai oleh Agus Puji  bersama dengan Komite Ekonomi Industri Nasional (KEIN), PLN Dan UGM berkunjung ke Korea Selatan dalam rangka menjalin kerjasama Indonesia dengan KAERI (Korea Atomic Energy Research Institute) dan KEPCO Korea

Dalam pertemuan tersebut Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) mengungkapkan bahwa membangun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN)  diperlukan lantaran jaminan pasokan listrik untuk kebutuhan industri maupun masyarakat di Indonesia masih sulit terpenuhi di masa mendatang.

Zulnahar Usman, Anggota KEIN sekaligus Ketua Kelompok Kerja Sektor Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) KEIN dalam kunjungan ke KEPCO tersebut mengungakapkan bahwa, dalam kurun waktu 70 tahun belakangan ini implementasi pemanfataan energi nuklir lewat pembangunan PLTN di Tanah Air masih dalam tataran wacana. Padahal, dimana sejak era Bung Karno, belum ada lagi pembicaraan yang mengarahkan Indonesia untuk go nuclear.

Delegasi Indonesia jajaki kerjasama pembangunan PLTN di Kalbar dengan Korea Electric Power Corporation (KEPCO), Korea, Selasa (17/9/2019). (ist)

“Terlebih lagi dengan ditetapkannya Pulau Kalimantan sebagai Ibu Kota Negara (IKN) baru menggantikan Pulau Jawa maka sangat di perlukanya jaminan pasokan listrik yang kuat dan memerlukan energi yang sangat besar untuk bisa mengejar pertumbuhan ekonomi dan Industri. Kalimantan barat sendiri telah siap bekerjasama dengan pihak manapun untuk pembangunan infrastruktur PLTN tersebut, termasuk pembangunan smelter aluminium yang  memerlukan energi sebesar 1.8 GW, ungkap Usman, Selasa (17/9/2019)

Indonesia, untuk dapat menjadi negara maju, harus dapat meningkatkan tumbuhnya industri di dalam negeri. Karena itu, ketersediaan pasokan listrik dengan harga yang murah sudah seharusnya menjadi perhatian pemerintah.

“Saat ini, industri nasional sulit bersaing di level internasional dikarenakan tingginya biaya produksi, salah satunya lantaran mahalnya listrik. Minimnya listrik untuk industri juga terkadang dapat menghambat masuknya investor baru,” tambah Usman.

Senada dengan hal tersebut Agus Puji, Ketua Pokja Penyiapan Pembangunan PLTN dan Komersialisasinya yang juga Staf Ahli Bidang Relevansi dan Produktivitas Kemenristekdikti mengatakan kepada redaksi kabar energi, “apabila Kalimantan Barat ingin menjadi daerah industri, perlu memiliki listrik yang andal, pembangunan pembangkit tenaga nuklir juga merupakan langkah strategis yang sejalan dengan upaya pemerintah dalam melakukan ekspor sumber daya alam dalam bentuk semi-finishing product atau finishing product, ujar Agus, Selasa (17/9/2019)

Provinsi Kalimantan Barat sendiri memiliki total cadangan uranium sebagai bahan bakar pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) sebesar 45.730 ton. Pembangunan pembangkit tenaga nuklir juga tepat dilakukan karena kondisi geografis provinsi tersebut yang relatif aman dari gempa.

Disamping di Kalbar sendiri ada rencana pengembangan smelter aluminium, PLTN dinilai menjadi pembangkit yang mampu memenuhi kebutuhan listrik dari industri smelter tersebut.

Korea Electric Power Corporation (KEPCO) siap mendukung pembangunan PLTN di Kalimantan Barat, Korea, Selasa (17/9/2019). (ist)

Dalam Pertemuan tersebut Korea Electric Power Corporation (KEPCO) mengungkapkan bahwa siap mendukung pembangunan PLTN di Kalimantan Barat secara komprehensif agar secepatnya Industrialisasi di wilayah Kalimantan dan khususnya Kalimantan Barat dapat terwujud.

Dalam kunjungan tersebut, delegasi Indonesia diterima Suk-Cheol Kim, President KEPCO Research Institute, dan beberapa personel inti divisi KEPCO lainnya.

Ketua Pokja Penyiapan Pembangunan PLTN dan Komersialisasinya  Agus Puji, Tumiran dari Universitas Gajah Mada (UGM), Zulnahar Usman dari KEIN, Suroso dari PLN serta 3 pakar lain dari Indonesia akan bertandang ke Korea selama 4 hari dari tanggal 16 sampai 20 September 2019. [05]

Tinggalkan Komentar

%d bloggers like this: