Google Investasikan Rp28 Triliun Sektor Energi Terbarukan

Sistem pembangkit listrik tenaga surya Ivanpah di gurun Mojave dekat perbatasan California-Nevada. (Reuters)

kabar-energi.com – Google baru saja mengumumkan rencananya untuk berinvestasi di sektor energi terbarukan lebih dari USD2 miliar (Rp28 triliun). Investasi tersebut menjadi investasi terbesar di dunia dari korporasi pada sektor energi ramah lingkungan.

Dilansir dari theguardian (20/9/2019), rencana investasi tersebut dalam infrastruktur energi baru terbarukan di Amerika Serikat, Amerika Selatan dan Eropa. Serangkaian pembangkit listrik berbasis angin dan matahari berdaya 1.600 megawatt itu mencakup 18 kesepakatan energi baru dan akan meningkatkan portofolio energi terbarukan perusahaan lebih dari 40 persen.

Investasi tersebut akan melesatkan pembangunan infrastruktur energi ramah lingkungan, yang meliputi jutaan panel surya dan ratusan turbin angin tersebar di tiga benua.

“Kami tidak membeli energi dari pembangkit listrik tenaga surya dan angin yang sudah dibangun. Kami membeli untuk komitmen jangka panjang yang berakhir dengan pengembangan proyek baru,” kata CEO Google Sundar Pichai.

Hampir setengah perangkat pembangkit listrik dalam investasi Google akan dibuat di Eropa, termasuk proyek-proyek di Finlandia, Swedia, Belgia, dan Denmark. Kesepakatan tersebut mencangkup pembuatan perangkat di Amerika Serikat pada negara bagian Carolina Utara, Carolina Selatan, dan Texas. Selain itu, juga ada kontrak kecil untuk menyuplai listrik ke sentral data Google di Chile.

Pada 2017 lalu, Google menjadi perusahaan yang pertama yang berhasil mengimbangi 100 persen penggunaan energinya setelah membeli pembangkit listrik untuk lebih dari tujuh miliar kilowatt/jam. Kemudian pada tahun 2018 berhasil mengimbangi lagi dan menargetkan untuk melakukannya lagi pada 2019. Dengan investasi ini, Google telah bekerja sama dengan pengembang pembangkit listrik ramah lingkungan untuk menyuplai energi total 5,5 GW

“Membawa energi terbarukan secara bertahap ke jaringan di mana kita mengonsumsi energi adalah komponen penting dalam mengejar energi bebas karbon 24 jam kali tujuh hari untuk semua operasi kami,” tambah Pichai. [05]

 

Tinggalkan Komentar

%d bloggers like this: