Sah, Tambang Batubara Ombilin Sawahlunto jadi Warisan Dunia UNESCO

Tambang Batubara Ombilin Sawahlunto jadi Warisan Dunia UNESCO.

kabar-energi.com – Bekas tambang batu bara bersejarah di Ombilin Sawahlunto, Sumatra Barat, yang berasal era kolonial Belanda ditetapkan sebagai situs warisan dunia Badan PBB di bidang Pendidikan, Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan UNESCO.

“Ini adalah pencapaian besar bagi negara kami. Ini merupakan perjalanan panjang sejak 2015 didaftarkan dan melalui beberapa tahap mulai dari pendaftaran, pengkajian dari para ahli, dan sebagainya,” ujar Dirjen Kebudayaan Hilmar Farid, Senin (16/9/2019)

Dia mengatakan penganugerahan atas  kemenangan untuk diplomasi budaya, membantu mengangkat citra Indonesia di panggung internasional dan memamerkan sejarah panjang Indonesia

Tahapan selanjutnya, Tambah Hilmar, pemerintah akan membentuk badan pengelola dan menggandeng lima kabupaten/kota yang ada di Sumatera Barat serta PT Bukit Asam.

“Pencapaian ini harus meningkatkan kesadaran publik tentang pentingnya menjaga warisan budaya kita. Kami sedang berpikir untuk memproduksi film tentang tambang batubara tahun depan sehingga orang-orang akan berbicara lebih banyak tentang itu,” tambah Hilmar.

Febrian A. Ruddyard, Direktur umum kerja sama multilateral di Kementerian Luar Negeri, menyerahkan sertifikat situs Warisan Dunia UNESCO kepada Hilmar Farid, Dirjen Kebudayaan Hilmar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, di Jakarta pada 16 September 2019. (Nur Yasmin)

Kawasan pertambangan batubara Ombilin di Sawahlunto, Sumatera Barat ditetapkan sebagai warisan budaya dunia dalam sesi Sidang Ke-43 Komite Warisan Dunia UNESCO PBB di Gedung Pusat Kongres Baku di Baku, Azerbaijan, 6 Juli 2019.

Situs tersebut adalah tempat historis dalam teknik pertambangan dan industri pertambangan lokal. Kita bisa melihat seperti apa industrialisasi pada akhir abad ke-19 dari konstruksi relnya, terowongan kereta bawah tanah atau pemilahan batubara mekanis.

Di Indonesia sendiri hingga saat ini, telah memiliki sembilan Warisan Dunia. Lima dalam kategori Warisan Budaya, yaitu Kompleks Candi Borobudur (1991), Kompleks Candi Prambanan (1991), Situs Manusia Purba Sangiran (1996), Lanskap Budaya Provinsi Bali: Sistem Subak sebagai Manifestasi dari Filosofi Tri Hita Karana (2012), dan Warisan Tambang Batu Bara Ombilin Sawahlunto (2019).

Adapun pada kategori Warisan Alam terdapat empat warisan, yaitu Taman Nasional Ujung Kulon (1991), Taman Nasional Komodo (1991), Taman Nasional Lorentz (1999), dan Warisan Hutan Hujan Tropis Sumatera (2004). [05]

 

Tinggalkan Komentar

%d bloggers like this: