PT BAI Tunjuk Black & Veatch Pimpin Proyek Smelter Aluminia Kalbar

Ilustrasi Smelter (Foto: AFP)

kabar-energi.com – PT Borneo Alumina telah bekerjasama dengan konsorsium bersama Black & Veatch yang merupakan penyedia EPC yang andal dan pemimpin teknis secara keseluruhan untuk mengembangkan fasilitas pemrosesan alumina di Indonesia.

Ditetapkan sebagai yang pertama dari jenisnya di Indonesia, fasilitas pemrosesan tersebut akan berlokasi di provinsi Kalimantan Barat.

Fasilitas tersebut akan menampilkan kilang alumina grade smelter satu juta ton per tahun (Mtpa) dan 2 x 40.000 meter kubik per jam (Nm3 / jam) pabrik gasifikasi batubara.

Fasilitas ini juga akan terdiri dari pembangkit listrik tenaga batu bara 3 x  25 megawatt (MW).

Wakil presiden senior Black & Veatch Mining Jim Spenceley seperti yang dikutip di im-mining, Senin, (7/10/2019) mengatakan bahwa, “Mengembangkan industri pengolahan mineral hilir akan memperluas ekonomi Indonesia dan menciptakan lapangan kerja. ”

Black & Veatch akan memimpin konsorsium dan akan bertanggung jawab atas tinjauan desain dan inspeksi peralatan, juga akan memberikan tenaga ahli gasifikasi batubara untuk kilang.

Grand Desain

Mitra lain dalam konsorsium tersebut adalah perusahaan teknik industri mineral yang berbasis di Kanada, Progesys dan perusahaan manajemen konstruksi Indonesia, Jaya CM.

Progesys akan mengelola ruang lingkup desain proses kilang alumina, sementara Jaya CM akan menyediakan insinyur dan inspektur konstruksi lapangan untuk proyek tersebut.

Sementara PWC akan bertanggung jawab untuk mengevaluasi penawaran rekayasa, pengadaan dan konstruksi (EPC), serta meninjau rekayasa desain.

Konsorsium juga akan memantau pasokan peralatan utama dan melakukan tes penerimaan pabrik, serta mengawasi pembangunan dan commissioning lokasi.

 

Tinggalkan Komentar

%d bloggers like this: