MIND ID Segera Divestasi 20% Saham Vale

kabar-energi.com – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral telah menunjuk perusahaan induk BUMN Pertambangan, MIND ID untuk mengakuisisi 20 persen saham PT Vale Indonesia Tbk (INCO)

Bambang Gatot Ariyono, Direktur Jenderal Mineral dan Batubara, mengungkapkan penunjukkan ini ditandai dengan surat yang dilayangkan ke Kementrian Keuangan oleh Kementerian ESDM. “Menkeu itu surat kan sudah nunjuk Inalum,” ungkapnya di ESDM Senin (7/10/2019)

Sebagai catatan, sebelum menjadi MIND DI dulu perseroan dikenal sebagai Inalum

Setelah selesai, akuisisi ini akan semakin menggemukkan Inalum selain dari kegiatan penambangan aluminium sendiri, juga memiliki penambang emas dan tembaga Freeport Indonesia (51,2 persen saham), Aneka Tambang (65 persen),  Bukit Asam (65,2 persen) dan PT Timah (65 persen).

Bambang menambahkan bahwa pemerintah akan membiarkan Inalum dan Vale menentukan nilai 20 persen saham berdasarkan Business to Business.

Sementara itu Direktur Inalum, Budi Gunadi Sadikin mengatakan pada saat dengar pendapat dengan DPR RI pada bulan Juli, bahwa perusahaan tertarik dan siap untuk mengakuisisi 20 persen saham di Vale, yang akan bernilai sekitar US$ 1,5 miliar.

“Kami menginginkan 20 persen saham di Vale, tetapi hanya jika kami ditunjuk oleh pemerintah. Jika kami sudah memiliki tugas, maka kami lebih dari siap untuk mengambilnya,” ungkap Budi.

Berdasarkan kontrak kerja Vale yang diperbarui pada tahun 2014, perusahaan berkewajiban untuk melakukan divestasi 40 persen kepada pemegang saham di Indonesia, 20 persen di antaranya telah dilakukan melalui Bursa Efek Indonesia (BEI).

Divestasi tersebut diamanatkan berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 77/2014 tentang operasi penambangan mineral batubara. Vale memiliki waktu hingga Oktober tahun ini untuk mendivestasikan 20 persen sisanya

Menurut laporan keuangan triwulan, Vale Indonesia membukukan rugi semester pertama US$ 22,77 juta, sedangkan laba bersih US$ 53,54 juta yang dibukukan pada periode yang sama tahun lalu.

Kerugian tersebut disebabkan penurunan 22 persen year-on-year (yoy) dalam penjualan semester pertama menjadi US$ 292,25 juta, terutama dari penurunan penjualan Vale Canada dan Sumitomo Metal Mining. [05]

Tinggalkan Komentar

%d bloggers like this: