GE dan Synthos Sepakat Kerjasama Pembangunan PLTN Polandia

Pembangkit listrik tenaga nuklir yang besar dapat diganti dengan reaktor modular kecil. (123RF/Picsel)

kabar-energi.com – GE Hitachi Nuclear Energy (GEH) telah bekerjasama dengan Synthos SA untuk berkolaborasi dalam pembuatan proyek reaktor modular kecil BWRX-300 GEH di Polandia.

Synthos, yang merupakan produsen karet dan salah satu produsen bahan baku kimia terbesar di Polandia, sepakat untuk mendapatkan listrik yang bebas karbon sesuai dengan permintaan dan terjangkau dari sumber yang dapat diandalkan.

Dalam Nota Kesepahaman yang telah ditandatangani oleh GEH dan Synthos, kedua perusahaan telah menyepakati untuk memulai membangun reaktor modular kecil BWRX-300 GEH di Polandia.

BWRX-300 adalah salah satu inovasi untuk industri maju. Jon Ball, Wakil Presiden Eksekutif Proyek PLTN GEH mengatakan, Senin (21/10/2019),  “Melalui pendekatan desain dan biaya, kami merancang BWRX-300 agar bisa kompetitif dengan gas, energi terbarukan dan bentuk pembangkit listrik lainnya. Kami memuji Synthos atas minatnya pada teknologi reaktor modular kecil dan penggunaan energi bersih untuk Polandia, ”

Reaktor modular kecil dapat memainkan peran penting dalam mengatasi tantangan energi Polandia, modernisasi sektor energi  dan dalam mencapai dekarbonisasi yang ditargetkan. Dengan penggunaan reaktor modular kecil juga dapat menghasilkan energi bersih untuk meningkatkan peluang penggunaan dari batubara dan memiliki dampak positif bagi industri.

Tampak Michał Sołowow, pemilik Synthos, Maria Korsnick, Presiden dan Kepala Eksekutif, NEI, Dr. Rita Baranwal, Asisten Sekretaris untuk Kantor Energi Nuklir di Departemen Energi AS dan Jon Ball, Wakil Presiden Eksekutif, GE Hitachi Energi Nuklir saat acara forum tingkat tinggi pertama UE-AS pada reaktor modular kecil 21 Oktober di Brussels. (GEH)

Desain BWRX-300, dengan sirkulasi berpendingin 300 MWe, ditambah sistem keselamatan, memanfaatkan dasar desain dari ESBWR bersertifikasi AS NRC dari GEH. Melalui penyederhanaan desain, GEH memproyeksikan BWRX-300 akan membutuhkan biaya modal hingga 60 persen lebih rendah per MW jika dibandingkan dengan desain SMR berpendingin air lainnya atau desain reaktor nuklir besar yang ada.

Dengan memanfaatkan desain ESBWR, menggunakan bahan bakar nuklir, menggabungkan komponen  serta menerapkan inovasi penyederhanaan, GEH percaya bahwa BWRX-300 dapat menjadi kompetitif dengan biaya pembangkit listrik dari pembangkit gas dan sumber energi terbarukan lainnya.

Sebagai evolusi kesepuluh dari desain Reaktor BWR GE, BWRX-300 GEH mewakili desain BWR paling sederhana namun paling inovatif sejak GE mulai mengkomersialkan reaktor nuklir pada tahun 1955. [05]

 

Tinggalkan Komentar

%d bloggers like this: