Jokowi berharap Ibu Kota Baru di Kaltim berkonsep Smart Metropolis

Presiden Jokowi ingin ibu kota baru dibangun berkonsep “smart metropolis” (CNN)

kabar-energi.com – Pemerintah telah menetapkan Ibu Kota Negara (IKN) Baru di Kalimantan Timur tepatnya sebagian di Penajam Paser Utara dan sebagian di Kutai Kertanegara, dimana pembangunan tersebut akan dilaksanakan pada tahun 2020. Sementara pemindahannya ditargetkan dapat dilaksanakan secara bertahap mulai 2024

Presiden Jokowi mengungkapkan  bahwa pembangunan ibu kota baru bukan hanya memindahkan istana negara dan kantor pemerintahan saja, melainkan akan juga membangun kota pintar dan metropolis.

“Yang ingin saya tegaskan di sini, bahwa dalam pemerintahan tidak sekadar memindahkan istana atau kantor pemerintahan, tidak seperti itu. Pemerintah akan membangun kota yang smart metropolis,” ujar Jokowi dalam Indonesia Infrastructur Week di PRJ Kemayoran, Jakarta, Rabu (6/11/2019).

Dalam smart metropolis tersebut, Jokowi yang juga mantan Gubernur DKI Jakarta membayangkan akan ada cluster-cluster tersendiri. Misalnya, ada cluster teknologi yang menciptakan startup atau teknologi baru mirip dengan Silicon Valley di Amerika Serikat.

Desain ibu kota baru Indonesia. (Foto: Dok. Kementerian PUPR)

“Di sana nanti ada cluster pemerintahan, ada cluster teknologi dan inovasi seperti silicon valley, ada cluster pendidikan universitas terbaik, cluster layanan kesehatan, dan cluster wisata,” tambah Jokowi

Kemudian, ibu kota baru juga akan menjawab persoalan kota besar, yakni terdapat kawasan pedestrian yang luas, transportasi publik yang bebas emisi, dan segala harga terjangkau sehingga menggembirakan bagi masyarakat.

“Sehingga kita ingin IKN yang baru dapat menjawab tantangan tentang kualitas hidup tertinggi bagi para penghuninya, bebas emisi, ke mana-mana bisa jalan kaki, bisa bersepeda, transportasi publik yang bebas emisi. Kota dinamis, harga terjangkau, dan kota yang menggembirakan. Kota yang masyarakatnya majemuk. Inilah bayangan di benak saya,” ungkap dia.

Sebagaimana diketahui bahwa pembangunan ibu kota baru hanya sebagian kecil kebutuhan infrastruktur nasional. Tahun depan rencana anggaran infrastruktur naik dari Rp 420 triliun menjadi Rp 430 triliun tahun 2020. [05]

Tinggalkan Komentar

%d bloggers like this: