Penerapan B30 Nasional Dimulai Januari 2020

BBM biodiesel B30, salah satu energi baru terbarukan. (Aprillio Akbar)

kabar-energi.com – Dalam mendukung kebijakan pemerintah menerapkan kebijakan penggunaan bauran minyak sawit dalam Solar sebesar 30% (Biodiesel 30/B30) pada 21 Januari 2020, Pertamina melakukan penandatanganan addendum dengan 8 Badan Usaha Bahan Bakar Nabati di Indonesia. Penandatanganan dilakukan di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Selasa (19/11/2019).

Kerjasama Pertamian dengan 8 Badan Usaha Bahan Bakar Nabati tersebut, adalah PT Sinarmas Bio Energy, PT SMART Tbk, PT Permata Hijau Palm Oleo, PT Kutai Refinery Nusantara, PT Cemerlang Energi Perkasa, PT Wilmar Bioenergi Indonesia, PT Wilmar Nabati Indonesia, dan PT Wilmar Nabati Indonesia.

Perjanjian Pertamina tersebut dilakukan untuk mengeluarkan bahan bakar di depot bahan bakar Pertamina (TBBM) tertentu  di seluruh negeri.

Delapan  TBBM yang ditunjuk berlokasi di Rewulu (Yogyakarta), Medan (Sumatra Utara), Balikpapan (Kalimantan Timur), Plumpang (Jakarta Utara), Kasim (Papua), Plaju (Sumatra Selatan), Panjang (Lampung) dan Boyolali (Jawa Tengah) ).

“Kami berharap dapat memperbaiki semua yang bersifat teknis dan ini akan membutuhkan kerjasama dari semua pemangku kepentingan,” ungkap Mohammad Hidayat, Direktur hilir minyak dan gas ESDM

Saat ini Pertamina sedang menjalankan uji coba hingga Desember, sebelum kebijakan tersebut berlaku pada Januari 2020.

Pertamina melakukan penandatanganan addendum dengan 8 Badan Usaha Bahan Bakar Nabati di Indonesia, Jakarta, Selasa (19/11/2019)

Kementerian ESDM juga telah meningkatkan kuota 6,6 juta kiloliter (kL) tahun ini untuk ester metil asam lemak bersubsidi (FAME), bahan biofuel utama dengan tambahan 208.238 kL.

Direktur Logistik, Supply Chain, dan Infrastruktur PT Pertamina Gandhi Sriwidodo, mengatakan bahwa “Penyerapan FAME dalam program B20 sebelumnya berjalan dengan baik. Kami mengharapkan hal yang sama untuk program B30, terutama dalam hal rantai pasokan, yang akan kami upayakan agar lebih efektif.”

Kebijakan B30 memberikan dampat yang penting dalam upaya pemerintah untuk memangkas  impor minyak, dimana berakibat terhadap defisit perdagangan.

Hadir dalam kerjasama tersebut Direktur Bioenergi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Andriah Feby Misna dan Ketua Harian Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (Aprobi) Paulus Tjakrawan. [05]

Tinggalkan Komentar

%d bloggers like this: