Rudy Mas’ud: Pemerintah Dinilai Lamban Dorong Kembangkan EBT

Anggota Komisi VII DPR RI Rudy Mas’ud Dapil Kaltim

kabar-energi.com – Bertempat di ruang rapat Komisi VII DPR RI, Senayan Jakarta, Selasa (3/12/2019) Komisi VII DPR RI melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Direktorat Jenderal (Ditjen) Energi Baru Terbarukan dan Konversi Energi (EBTKE)

Rudy Mas’ud anggota Komisi VII DPR RI mengungkapkan bahwa pembangunan dan pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT) masih terkesan lamban yang di lihat dari kebijakan harga pemerintah yang kurang pro terhadap pengembangan EBT

“Yang saya lihat  pemerintah saat ini masih lambat mendorong pengembangan EBT. Hal itu terlihat dengan kebijakan harga yang kurang pro terhadap EBT. Sehingga porsi energi masih diambil oleh energi batubara. Saya setuju, batubara sampai sekarang masih melimpah ruah, tapi dampak lingkungan yang ditinggalkan juga sangat besar. Namun karena harganya yang sangat terjangkau sehingga batubara masih jadi pilihan utama energi. Saya harap pemerintah segera membuat kebijakan harga yang berpihak pada EBT,” ujar Rudy kepada redaksi kabar-energi

Rudy yang juga Politisi dapil Kalimantan Timur mensoalkan tentang berapa bagian porsi penggunaan EBT, dari jumlah keseluruhan kebutuhan energi nasional Indonesia. Dimana sejak bergulir 2011 tahun lalu pengembangan EBT. Juga disinggun tentang target ke depan dari Ditjen EBTKE ini terkait dengan perkembangan EBT ini.

Pada kesempatan yang sama Politisi Fraksi Partai Golkar ini menyinggung proyek Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) di Sidrap, Sulawesi Selayan. Dimana ketika dilakukan survey hingga saat ini, sebagian besar kincir anginnya tidak berfungsi.

Padahal investasi untuk proyek PLTB Sidrap  yang diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada tahun 2018 lalu tersebut jumlahnya tidak sedikit, yaitu sebesasr USD 150 juta

Ke depan Rudy berharap agar setiap proyek dapat dijalankan dengan baik, terlebih lagi PLTB Sidrap itu merupakan PLTB Pertama di Indonesia dan terbesar di Asia Tenggara, untuk menambah pasokan listrik untuk PLN khususnya di Sistem Sulawesi Selatan, Tenggara dan Barat. Dan tentunya banyak harapan besar dari PLTB tersebut dalam mengaliri listrik masyarakat sekitar. [05]

 

Tinggalkan Komentar

%d bloggers like this: